Rabu, 23 Mei 2012
Minggu, 13 Mei 2012
Universitas AKI
Universitas AKI (UNAKI) merupakan perguruan tinggi swasta, gabungan dari STIMIK AKI, STIE AKI, STIBA AKI dan APIKES AKI dengan SK Menteri Pendidikan Nasional nomor 161/D/0/2003 adalah perguruan tinggi yang luas bangunannya kurang lebih 1 Ha di pusat kota, dikelilingi oleh mall, bank, hotel, kantor bahkan berhadapan dengan mal terbesar dan termegah di Jawa Tengah. Universitas AKI beralamat di Jalan Pemuda No. 95-97, Kota Semarang Provinsi Jawa Tengah.
Fakultas dan Jurusan
Faculty of Computer
Pilihan Jurusan : TI (Mobile Software engineering) dan SI (Mobile Information System)
Faculty of Economics
Pilihan Jurusan : Business Management dan Accounting
Faculty of English and Literature
Faculty of Psychology
Program Pasca Sarjana
Program Magister Sistem Informasi (S2), dengan Gelar yang diperoleh Magister Komputer (M.Kom)
AKI Training Center (ATC)
merupakan lembaga pengembangan pelatihan yang diharapkan dapat membantu anda memahami program-program berikut:
UNAKI senantiasa meningkatkan dan melengkapi berbagai fasilitas untuk kebutuhan pengembangan proses belajar mengajar dan ekstra kurukuler. Fasilitas yang dimiliki:
Aman : Semarang aman - Fire alarm - Fire etinguisher - Smoke detector - Mahasiswa dari berbagai suku
Nyaman : Lift - Ruang ber-AC - LCD projector - Mini Market - Hot Spot Area - Staff & Dosen ramah & helpful - Biaya hidup terjangku - mudah mencari tempat kost
Potensial : Terakreditasi - Banyak perusahaan yang menerima alumni - Lulus cepat - AKI Training Center
Kerjasama
UNAKI telah bekerjasama dalam Twinning Program, dual degree triple degree, tidak hanya dengan Perguruan Tinggi dalam negeri tetapi juga dengan luar negeri.
UNAKI bekerjasama dengan Inggris, Malaysia, memberikan 3 gelar sekaligus di bidang ekonomi, dengan system perkuliahan 1 tahun di Indonesia, 2 tahun di Malaysia dengan beberapa keunggulan : biaya lebih murah, dipersiapkan TOEFL dan IELTS, dan dipersiapkan administrative system (pengurusan paspor student, visa, dll)
Sumber :
Brosur UNAKI Tahun 2012
http://www.unaki.ac.id
Fakultas dan Jurusan
Faculty of Computer
Pilihan Jurusan : TI (Mobile Software engineering) dan SI (Mobile Information System)
Faculty of Economics
Pilihan Jurusan : Business Management dan Accounting
Faculty of English and Literature
Faculty of Psychology
Program Pasca Sarjana
Program Magister Sistem Informasi (S2), dengan Gelar yang diperoleh Magister Komputer (M.Kom)
AKI Training Center (ATC)
merupakan lembaga pengembangan pelatihan yang diharapkan dapat membantu anda memahami program-program berikut:
- PLUG-IN : Pendidikan Desain Grafis: Graphic Design, Digital illustration, Digital Photo Imaging, Web Design, 2D Animation with Flash, AutoCAD, 3Ds Max dan lain-lain
- CYBERCOM : Pendidikan komputer untuk melengkapi pengetahuan komputer yang ada : Web Programming, Pemrograman Java, Pemrograman VB/Foxpro, MS Office Plus, SPSS dan lain-lain.
- THE ECONOMICS : Akuntansi Perdagangan, Akuntansi Pengolahan Piutang, Komputer Akuntansi/MYOB dan lain-lain.
- WORLD ENGLISH : Peningkatan English skills mahasiswa : General English, TOEFL, IELTS, English for Business, Tutorial Program for Immersion and International School. ESP (English for Specific Purpose) dan lain-lain.
- THE WORD : Peningkatan Personality dan Kematangan Kepribadian : Public Speaking, Human Resource Development, Test Bakat dan Minat, dan lain-lain.
- ALEA : Belajar kecantikan dan SPA untuk meninkatkan penampilan diri dan membuka klinik/salon Kecantikan.
Kampus Universitas AKI sangat strategis terletak di jantung Kota Semarang. Berdiri megah 10 lantai dan dikenal dengan sebutan "AKI CROWN CAMPUS" dengan cirinya Mahkota di puncak gedung yang melambangkan UNAKI akan mengantarkan mahasiswanya untuk mencapai kesuksesan di kemudian hari.Fasilitas
UNAKI senantiasa meningkatkan dan melengkapi berbagai fasilitas untuk kebutuhan pengembangan proses belajar mengajar dan ekstra kurukuler. Fasilitas yang dimiliki:
- Laboratorium Komputer
- Laboratorium Multimedia
- Laboratorium Bahasa
- Laboratorium Psikologi/Konselor
- Jaringan Internet Nir Kabel (WIFI)
- Perpustakaan
- Sarana Olahraga (Basket, Tenis Meja, Volley, dll)
Aman : Semarang aman - Fire alarm - Fire etinguisher - Smoke detector - Mahasiswa dari berbagai suku
Nyaman : Lift - Ruang ber-AC - LCD projector - Mini Market - Hot Spot Area - Staff & Dosen ramah & helpful - Biaya hidup terjangku - mudah mencari tempat kost
Potensial : Terakreditasi - Banyak perusahaan yang menerima alumni - Lulus cepat - AKI Training Center
Kerjasama
UNAKI telah bekerjasama dalam Twinning Program, dual degree triple degree, tidak hanya dengan Perguruan Tinggi dalam negeri tetapi juga dengan luar negeri.
UNAKI bekerjasama dengan Inggris, Malaysia, memberikan 3 gelar sekaligus di bidang ekonomi, dengan system perkuliahan 1 tahun di Indonesia, 2 tahun di Malaysia dengan beberapa keunggulan : biaya lebih murah, dipersiapkan TOEFL dan IELTS, dan dipersiapkan administrative system (pengurusan paspor student, visa, dll)
Sumber :
Brosur UNAKI Tahun 2012
http://www.unaki.ac.id
Kamis, 19 Januari 2012
Universitas Udayana (UNUD)
Unud adalah nama lain atau singkatan dari Universitas Udayana merupakan perguruan tinggi negeri di Bali, Indonesia, yang berdiri pada 29 September 1962. Rektor dari tahun 2009-2014 adalah Prof. Dr. dr. I Made Bakta, SpPD (KHOM).
Cikal bakal Unud adalah Fakultas Sastra Udayana cabang Universitas Airlangga yang diresmikan oleh P. J. M. Presiden Republik Indonesia Ir. Soekarno, dibuka oleh J. M. Menteri P.P dan K. Prof. DR. Priyono pada tanggal 29 September 1958 sebagaimana tertulis pada Prasasti di Fakultas Sastra Jalan Nias Denpasar. Universitas Udayana secara sah berdiri pada tanggal 17 Agustus 1962 dan merupakan perguruan tinggi negeri tertua di daerah Provinsi Bali.
Sebelumnya, sejak tanggal 29 September 1958 di Bali sudah berdiri sebuah Fakultas yang bernama Fakultas Sastra Udayana sebagai cabang dari Universitas Airlangga Surabaya. Fakultas Sastra Udayana inilah yang merupakan embrio dari pada berdirinya Universitas Udayana. Berdasarkan Surat Keputusan Menteri PTIPNo.104/1962, tanggal 9 Agustus 1962, Universitas Udayana secara syah berdiri sejak tanggal 17 Agustus 1962. Tetapi oleh karena hari lahir Universitas Udayana jatuh bersamaan dengan hari Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia maka perayaan Hari Ulang Tahun Universitas Udayana dialihkan menjadi tanggal 29 September dengan mengambil tanggal peresmian Fakultas Sastra yang telah berdiri sejak tahun 1958.
Visi dan Misi
Visi Universitas Udayana
Terwujudnya lembaga pendidikan tinggi yang menghasilkan sumberdaya manusia unggul, mandiri dan berbudaya.
Misi Universitas Udayana
1. Menyelenggarakan pendidikan yang bermutu dan menghasilkan lulusan yang memiliki moral dan integritas yang tinggi sesuai dengan tuntutan masyarakat.
2. Mengembangkan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat sesuai dengan kepentingan masyarakat dan bangsa; dan
3. Memberdayakan Unud sebagai perguruan tinggi yang berlandaskan pengembangan Ipteks dan nilai budaya.
Pendaftaran Mahasiswa
Pendaftaran mahasiswa baru Universitas Udayana berdasarkan Jenjang, yaitu :
1. Jenjang Diploma dan S1
2. Jenjang S2
3. Jenjang S3
4. Jenjang Spesialis
Sumber:
http://www.snmptn2012.com/2011/08/universitas-udayana-unud.html
Cikal bakal Unud adalah Fakultas Sastra Udayana cabang Universitas Airlangga yang diresmikan oleh P. J. M. Presiden Republik Indonesia Ir. Soekarno, dibuka oleh J. M. Menteri P.P dan K. Prof. DR. Priyono pada tanggal 29 September 1958 sebagaimana tertulis pada Prasasti di Fakultas Sastra Jalan Nias Denpasar. Universitas Udayana secara sah berdiri pada tanggal 17 Agustus 1962 dan merupakan perguruan tinggi negeri tertua di daerah Provinsi Bali.
Sebelumnya, sejak tanggal 29 September 1958 di Bali sudah berdiri sebuah Fakultas yang bernama Fakultas Sastra Udayana sebagai cabang dari Universitas Airlangga Surabaya. Fakultas Sastra Udayana inilah yang merupakan embrio dari pada berdirinya Universitas Udayana. Berdasarkan Surat Keputusan Menteri PTIPNo.104/1962, tanggal 9 Agustus 1962, Universitas Udayana secara syah berdiri sejak tanggal 17 Agustus 1962. Tetapi oleh karena hari lahir Universitas Udayana jatuh bersamaan dengan hari Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia maka perayaan Hari Ulang Tahun Universitas Udayana dialihkan menjadi tanggal 29 September dengan mengambil tanggal peresmian Fakultas Sastra yang telah berdiri sejak tahun 1958.
Visi dan Misi
Visi Universitas Udayana
Terwujudnya lembaga pendidikan tinggi yang menghasilkan sumberdaya manusia unggul, mandiri dan berbudaya.
Misi Universitas Udayana
1. Menyelenggarakan pendidikan yang bermutu dan menghasilkan lulusan yang memiliki moral dan integritas yang tinggi sesuai dengan tuntutan masyarakat.
2. Mengembangkan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat sesuai dengan kepentingan masyarakat dan bangsa; dan
3. Memberdayakan Unud sebagai perguruan tinggi yang berlandaskan pengembangan Ipteks dan nilai budaya.
Pendaftaran Mahasiswa
Pendaftaran mahasiswa baru Universitas Udayana berdasarkan Jenjang, yaitu :
1. Jenjang Diploma dan S1
2. Jenjang S2
3. Jenjang S3
4. Jenjang Spesialis
Sumber:
http://www.snmptn2012.com/2011/08/universitas-udayana-unud.html
Universitas Jember (UNEJ)
UNEJ adalah akronim dari Universitas Jember merupakan perguruan tinggi negeri peserta SNMPTN yang terdapat kota Jember, sebuah kota berhawa tropis di bagian tenggara Propinsi Jawa Timur. Kampus UNEJ berada di kawasan hijau yang ramah lingkungan sehingga memberikan ketenangan dalam melaksanakan kegiatan akademik. Kota Jember sendiri berada di antara Kawah Ijen dan Gunung Bromo serta dikelilingi perkebunan yang sebagian besar ditanami tembakau, kopi, coklat, dan tebu.
Terdapat dua mayoritas penduduk yang tinggal di Jember, yaitu komunitas Jawa dan Madura yang masing-masing mempunyai keunikan budaya. Dua karakteristik etnik dan budaya yang dipadu dengan kawasan perkebunan tersebut membentuk kombinasi yang indah dari sisi pemandangan alam dan warisan budaya. Di tempat inilah UNEJ terus maju dan berkembang.
Peta Universitas Jember
Sistem Pendidikan
Sebagai lembaga pendidikan tinggi, UNEJ mempunyai sistem pendidikan. Sistem pendidikan tersebut meliputi:
* sistem kredit semester,
* satuan kredit semester,
* beban dan masa studi,
* prestasi studi,
* beban studi semester
Sedangkan evaluasinya meliputi:
* evaluasi hasil studi
* evaluasi pembelajaran
UNEJ juga memberikan layanan berupa Pendidikan Dua Gelar.
Fakultas dan Program Studi
Sampai dengan Tahun Akademik 2008/2009, Universitas Jember mempunyai 13 fakultas dan 1 program studi setara fakultas yang terdiri dari 11 PS jenjang Diploma, 39 PS jenjang S1, dan 6 PS jenjang S2. Masing-masing PS memiliki identitas berupa visi, misi, tujuan, dan kompetensi lulusan sesuai dengan kebutuhan stakeholders
Beberapa fakultas sudah memiliki website sendiri sehingga informasi lebih lengkapnya disajikan disana.
Lembaga
Lembaga Penelitian (Lemlit)
Lemlit merupakan unsur pelaksana akademik yang melaksanakan sebagian tugas pokok dan fungsi universitas di bidang penelitian yang berada di bawah rektor. Untuk menyelenggarakan tugas tersebut, Lemlit mempunyai fungsi :
Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat (LPM)
Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat merupakan unsur pelaksana akademik yang melaksanakan tugas pokok di bidang pengabdian kepada masyarakat yang berada di bawah rektor. Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat mempunyai tugas menyelenggarakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dan ikut mengusahakan serta mengendalikan sumber daya yang diperlukan. Untuk menyelenggarakan tugas tersebut, LPM mempunyai fungsi:
Dalam penyelenggaraan kegiatan, LPM dibantu oleh pusat-pusat yang terdiri atas:
1. Pusat Pengelolaan Kuliah Kerja Mahasiswa,
2. Pusat Pengembangan Wilayah Terpadu,
3. Pusat Inkubator Agribisnis,
4. Pusat Pendidikan dan Pelayanan kepada Masyarakat,
5. Pusat Pengembangan Teknologi Tepat Guna,
6. Pusat Pengembangan Agribisnis dan Agroindustri, serta
7. Pusat Pembinaan Kesehatan Masyarakat dan Pengembangan Obat Keluarga.
Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pendidikan (LP3)
Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pendidikan merupakan unsur pelaksana yang mengembangkan, mengkoordinasi, memantau, dan menilai pelaksanaan kegiatan pendidikan yang diselenggarakan oleh pusat-pusat pendidikan dan ikut mengusahakan serta mengendalikan administrasi sumber daya yang diperlukan. Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pendidikan mengkoordinasi kegiatan pusat-pusat yang terdiri atas:
1. Pusat Peningkatan dan Pengembangan Aktivitas Instruksional (P3AI),
2. Pusat Informasi dan Pelatihan Kerja (PIPK),
3. Pusat Pengembangan Manajemen Pendidikan (P2MP),
4. Pusat Pelayanan dan Bimbingan Konseling (P2BK),
5. Pusat Kerja sama dan Informasi Pendidikan (PKIP).
Unsur Penunjang
Unsur penunjang merupakan perangkat pelengkap di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat yang ada di luar fakultas, jurusan, dan laboratorium. Unsur penunjang berbentuk unit pelaksana teknis (UPT), yang terdiri atas:
* UPT Perpustakaan,
* UPT Teknologi Informasi,
* UPT Pusat Bahasa,
* UPT Penerbitan,
* UPT Matakuliah Umum,
* UPT UNEJ Medical Centre.
Selain itu, UNEJ memiliki unit penunjang khusus, yaitu Badan Penjaminan Mutu dan c-Bios.
Layanan
UNEJ menyediakan sejumlah fasilitas dan pelayanan yang dapat dimanfaatkan oleh mahasiswa selama studi, di antaranya adalah:
1. Perpustakaan,
2. Teknologi Informasi,
3. Bahasa Asing,
4. Bimbingan dan Konseling,
5. Informasi dan Pelayanan Kerja,
6. Kesehatan,
7. Beasiswa,
8. Koperasi, dan
9. Asrama.
Sumber:
Terdapat dua mayoritas penduduk yang tinggal di Jember, yaitu komunitas Jawa dan Madura yang masing-masing mempunyai keunikan budaya. Dua karakteristik etnik dan budaya yang dipadu dengan kawasan perkebunan tersebut membentuk kombinasi yang indah dari sisi pemandangan alam dan warisan budaya. Di tempat inilah UNEJ terus maju dan berkembang.
Peta Universitas Jember
Sistem Pendidikan
Sebagai lembaga pendidikan tinggi, UNEJ mempunyai sistem pendidikan. Sistem pendidikan tersebut meliputi:
* sistem kredit semester,
* satuan kredit semester,
* beban dan masa studi,
* prestasi studi,
* beban studi semester
Sedangkan evaluasinya meliputi:
* evaluasi hasil studi
* evaluasi pembelajaran
UNEJ juga memberikan layanan berupa Pendidikan Dua Gelar.
Fakultas dan Program Studi
Sampai dengan Tahun Akademik 2008/2009, Universitas Jember mempunyai 13 fakultas dan 1 program studi setara fakultas yang terdiri dari 11 PS jenjang Diploma, 39 PS jenjang S1, dan 6 PS jenjang S2. Masing-masing PS memiliki identitas berupa visi, misi, tujuan, dan kompetensi lulusan sesuai dengan kebutuhan stakeholders
Beberapa fakultas sudah memiliki website sendiri sehingga informasi lebih lengkapnya disajikan disana.
Lembaga
Lembaga Penelitian (Lemlit)
Lemlit merupakan unsur pelaksana akademik yang melaksanakan sebagian tugas pokok dan fungsi universitas di bidang penelitian yang berada di bawah rektor. Untuk menyelenggarakan tugas tersebut, Lemlit mempunyai fungsi :
- melaksanakan penelitian ilmiah murni;
- melaksanakan penelitian IPTEKS tertentu untuk menunjang pembangunan;
- melaksanakan penelitian untuk pendidikan dan pengembangan institusi;
- melaksanakan penelitian IPTEKS dan penelitian untuk mengembangkan konsepsi pembangunan nasional, wilayah, dan atau daerah melalui kerjasama antarperguruan tinggi, baik di dalam maupun di luar negeri;
- melaksanakan urusan tata usaha Lemlit.
- Puslit Lingkungan Hidup,
- Puslit Pengembangan Sumberdaya Air dan Irigasi,
- Puslit Budaya Madura dan Jawa,
- Puslit Teknologi Pangan dan Gizi,
- Puslit Biologi Molekuler,
- Puslit Agribisnis dan Koperasi,
- Puslit Wanita,
- Puslit Kependudukan,
- Puslit Wilayah Pesisir dan Pulau-pulau Kecil, dan
- Puslit Kesehatan.
Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat (LPM)
Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat merupakan unsur pelaksana akademik yang melaksanakan tugas pokok di bidang pengabdian kepada masyarakat yang berada di bawah rektor. Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat mempunyai tugas menyelenggarakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dan ikut mengusahakan serta mengendalikan sumber daya yang diperlukan. Untuk menyelenggarakan tugas tersebut, LPM mempunyai fungsi:
- mengamalkan IPTEKS;
- meningkatkan relevansi program UNEJ sesuai dengan kebutuhan masyarakat;
- membantu masyarakat dalam melaksanakan pembangunan;
- melaksanakan pengembangan pola dan konsepsi pembangunan nasional, wilayah, dan atau daerah melalui kerjasama antarperguruan tinggi dan atau badan lain, baik di dalam maupun di luar negeri;
- melaksanakan urusan tata usaha LPM.
Dalam penyelenggaraan kegiatan, LPM dibantu oleh pusat-pusat yang terdiri atas:
1. Pusat Pengelolaan Kuliah Kerja Mahasiswa,
2. Pusat Pengembangan Wilayah Terpadu,
3. Pusat Inkubator Agribisnis,
4. Pusat Pendidikan dan Pelayanan kepada Masyarakat,
5. Pusat Pengembangan Teknologi Tepat Guna,
6. Pusat Pengembangan Agribisnis dan Agroindustri, serta
7. Pusat Pembinaan Kesehatan Masyarakat dan Pengembangan Obat Keluarga.
Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pendidikan (LP3)
Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pendidikan merupakan unsur pelaksana yang mengembangkan, mengkoordinasi, memantau, dan menilai pelaksanaan kegiatan pendidikan yang diselenggarakan oleh pusat-pusat pendidikan dan ikut mengusahakan serta mengendalikan administrasi sumber daya yang diperlukan. Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pendidikan mengkoordinasi kegiatan pusat-pusat yang terdiri atas:
1. Pusat Peningkatan dan Pengembangan Aktivitas Instruksional (P3AI),
2. Pusat Informasi dan Pelatihan Kerja (PIPK),
3. Pusat Pengembangan Manajemen Pendidikan (P2MP),
4. Pusat Pelayanan dan Bimbingan Konseling (P2BK),
5. Pusat Kerja sama dan Informasi Pendidikan (PKIP).
Unsur Penunjang
Unsur penunjang merupakan perangkat pelengkap di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat yang ada di luar fakultas, jurusan, dan laboratorium. Unsur penunjang berbentuk unit pelaksana teknis (UPT), yang terdiri atas:
* UPT Perpustakaan,
* UPT Teknologi Informasi,
* UPT Pusat Bahasa,
* UPT Penerbitan,
* UPT Matakuliah Umum,
* UPT UNEJ Medical Centre.
Selain itu, UNEJ memiliki unit penunjang khusus, yaitu Badan Penjaminan Mutu dan c-Bios.
Layanan
UNEJ menyediakan sejumlah fasilitas dan pelayanan yang dapat dimanfaatkan oleh mahasiswa selama studi, di antaranya adalah:
1. Perpustakaan,
2. Teknologi Informasi,
3. Bahasa Asing,
4. Bimbingan dan Konseling,
5. Informasi dan Pelayanan Kerja,
6. Kesehatan,
7. Beasiswa,
8. Koperasi, dan
9. Asrama.
Sumber:
Universitas Islam Negeri Malang (UIN Malang)
UIN Malang singkatan dari Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim atau Universitas Islam Negeri Malang merupakan UIN yang berada di kota Malang Jatim yang berdiri berdasarkan Surat Keputusan Presiden No. 50 tanggal 21 Juni 2004. Bermula dari gagasan para tokoh Jawa Timur untuk mendirikan lembaga pendidikan tinggi Islam di bawah Departemen Agama, dibentuklah Panitia Pendirian IAIN Cabang Surabaya melalui Surat Keputusan Menteri Agama No. 17 Tahun 1961 yang bertugas untuk mendirikan Fakultas Syariah yang berkedudukan di Surabaya dan Fakultas Tarbiyah yang berkedudukan di Malang. Keduanya merupakan fakultas cabang IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dan diresmikan secara bersamaan oleh Menteri Agama pada 28 Oktober 1961. Pada 1 Oktober 1964 didirikan juga Fakultas Ushuluddin yang berkedudukan di Kediri melalui Surat Keputusan Menteri Agama No. 66/1964.
Dalam perkembangannya, ketiga fakultas cabang tersebut digabung dan secara struktural berada di bawah naungan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sunan Ampel yang didirikan berdasarkan Surat Keputusan Menteri Agama No. 20 tahun 1965. Sejak saat itu, Fakultas Tarbiyah Malang merupakan fakultas cabang IAIN Sunan Ampel. Melalui Keputusan Presiden No. 11 Tahun 1997, pada pertengahan 1997 Fakultas Tarbiyah Malang IAIN Sunan Ampel beralih status menjadi Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Malang bersamaan dengan perubahan status kelembagaan semua fakultas cabang di lingkungan IAIN se-Indonesia yang berjumlah 33 buah. Dengan demikian, sejak saat itu pula STAIN Malang merupakan lembaga pendidikan tinggi Islam otonom yang lepas dari IAIN Sunan Ampel.
Universitas Islam Negeri (UIN) Malang berdiri berdasarkan Surat Keputusan Presiden No. 50 tanggal 21 Juni 2004. Bermula dari gagasan para tokoh Jawa Timur untuk mendirikan lembaga pendidikan tinggi Islam di bawah Departemen Agama, dibentuklah Panitia Pendirian IAIN Cabang Surabaya melalui Surat Keputusan Menteri Agama No. 17 Tahun 1961 yang bertugas untuk mendirikan Fakultas Syariah yang berkedudukan di Surabaya dan Fakultas Tarbiyah yang berkedudukan di Malang. Keduanya merupakan fakultas cabang IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dan diresmikan secara bersamaan oleh Menteri Agama pada 28 Oktober 1961. Pada 1 Oktober 1964 didirikan juga Fakultas Ushuluddin yang berkedudukan di Kediri melalui Surat Keputusan Menteri Agama No. 66/1964.
Dalam perkembangannya, ketiga fakultas cabang tersebut digabung dan secara struktural berada di bawah naungan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sunan Ampel yang didirikan berdasarkan Surat Keputusan Menteri Agama No. 20 tahun 1965. Sejak saat itu, Fakultas Tarbiyah Malang merupakan fakultas cabang IAIN Sunan Ampel. Melalui Keputusan Presiden No. 11 Tahun 1997, pada pertengahan 1997 Fakultas Tarbiyah Malang IAIN Sunan Ampel beralih status menjadi Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Malang bersamaan dengan perubahan status kelembagaan semua fakultas cabang di lingkungan IAIN se-Indonesia yang berjumlah 33 buah. Dengan demikian, sejak saat itu pula STAIN Malang merupakan lembaga pendidikan tinggi Islam otonom yang lepas dari IAIN Sunan Ampel.
Di dalam rencana strategis pengembangannya sebagaimana tertuang dalam Rencana Strategis Pengembangan STAIN Malang Sepuluh Tahun ke Depan (1998/1999-2008/2009), pada paruh kedua waktu periode pengembangannya STAIN Malang mencanangkan mengubah status kelembagaannya menjadi universitas. Melalui upaya yang sungguh-sungguh dan bertanggungjawab usulan menjadi universitas disetujui Presiden melalui Surat Keputusan Presiden RI No. 50, tanggal 21 Juni 2004 dan diresmikan oleh Menko Kesra ad Interim Prof. H.A. Malik Fadjar, M.Sc bersama Menteri Agama Prof. Dr. H. Said Agil Husin Munawwar, M.A. atas nama Presiden pada 8 Oktober 2004 dengan nama Universitas Islam Negeri (UIN) Malang dengan tugas utamanya adalah menyelenggarakan program pendidikan tinggi bidang ilmu agama Islam dan bidang ilmu umum. Dengan demikian, 21 Juni 2004 merupakan hari jadi Universitas ini.
Sempat bernama Universitas Islam Indonesia-Sudan (UIIS) sebagai implementasi kerjasama antara pemerintah Indonesia dan Sudan dan diresmikan oleh Wakil Presiden RI H. Hamzah Haz pada 21 Juli 2002 yang juga dihadiri oleh Wakil Presiden Republik Sudan serta para pejabat tinggi pemerintah Sudan, secara spesifik akademik, Universitas ini mengembangkan ilmu pengetahuan tidak saja bersumber dari metode-metode ilmiah melalui penalaran logis seperti observasi dan eksperimentasi, tetapi juga bersumber dari al-Qur’an dan Hadits yang selanjutnya disebut paradigma integrasi. Oleh karena itu, posisi al-Qur’an, Hadits menjadi sangat sentral dalam kerangka integrasi keilmuan tersebut.
Secara kelembagaan, sampai saat ini Universitas ini memiliki 6 (enam) fakultas dan Program Pascasarjana, yaitu: (1) Fakultas Tarbiyah, Jurusan Pendidikan Agama Islam (PAI), Jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS), dan Jurusan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI), (2) Fakultas Syariah, Jurusan Al-Ahwal al-Syakhshiyah, dan Hukum Bisnis Syariah (3) Fakultas Humaniora dan Budaya, Jurusan Bahasa dan Sastra Arab, Jurusan Bahasa dan Sastra Inggris, dan Jurusan Pendidikan Bahasa Arab (4) Fakultas Ekonomi, Jurusan Manajemen, (5) Fakultas Psikologi, dan (6) Fakultas Sains dan Teknologi, Jurusan Matematika, Biologi, Fisika, Kimia, Teknik Informatika, dan Teknik Arsitektur, dan Program Pascasarjana mengembangkan 4 (empat) program studi magister, yaitu: (1) Program Magister Manajemen Pendidikan Islam, (2) Program Magister Pendidikan Bahasa Arab, (3) Program Magister Studi Ilmu Agama Islam, dan (4) Program Magister Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI). Sedangkan untuk program doktor, Program Pascasarjana mengembangkan 2 (dua) program yaitu (1) Program Doktor Manajemen Pendidikan Islam dan (2) Program Doktor Pendidikan Bahasa Arab.
Ciri khusus lain Universitas ini sebagai implikasi dari model pengembangan keilmuannya adalah keharusan seluruh bagi anggota sivitas akademika menguasai bahasa Arab dan bahasa Inggris. Melalui bahasa Arab, diharapkan mereka mampu melakukan kajian Islam melalui sumber aslinya yaitu al-Qur’an dan Hadis dan melalui bahasa Inggris mereka diharapkan mampu mengkaji ilmu-ilmu umum dan modern, selain sebagai piranti komunikasi global. Karena itu pula, Universitas ini disebut bilingual university. Untuk mencapai maksud terse¬but, dikembangkan ma’had atau pesantren kampus di mana seluruh mahasiswa tahun pertama harus tinggal di ma’had. Karena itu, pendidikan di Universitas ini merupakan sintesis antara tradisi universitas dan ma’had atau pesantren.
Melalui model pendidikan semacam itu, diharapkan akan lahir lulusan yang berpredikat ulama yang intelek profesional dan atau intelek profesional yang ulama. Ciri utama sosok lulusan demikian adalah tidak saja menguasai disiplin ilmu masing-masing sesuai pilihannya, tetapi juga menguasai al-Qur’an dan Hadis sebagai sumber utama ajaran Islam.
Terletak di Jalan Gajayana 50, Dinoyo Malang dengan lahan seluas 14 hektar, Universitas ini memordernisasi diri secara fisik sejak September 2005 dengan membangun gedung rektorat, fakultas, kantor administrasi, perkuliahan, perpustakaan, laboratorium, kemahasiswaan, pelatihan, olah raga, bussiness center, poliklinik dan tentu masjid dan ma’had yang sudah lebih dulu ada, dengan pendanaan dari Islamic Development Bank (IDB) melalui Surat Persetujuan IDB No. 41/IND/1287 tanggal 17 Agustus 2004.
Dengan performansi fisik yang megah dan modern dan tekad, semangat serta komitmen yang kuat dari seluruh anggota sivitas akademika seraya memohon ridha dan petunjuk Allah swt, Universitas ini bercita-cita menjadi center of excellence dan center of Islamic civilization sekaligus mengimplementasikan ajaran Islam sebagai rahmat bagi semesta alam (al Islam rahmat li al-alamin).
Siklus Penjaminan Mutu :
Akar pohon menggambarkan landasan keilmuan universitas. Ini mencakup: (1) Bahasa Arab dan Inggris, (2) Filsafat, (3) Ilmu-ilmu Alam, (4) Ilmu-ilmu Sosial, dan (5) Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan. Penguasaan landasan keilmuan ini menjadi modal dasar bagi mahasiswa untuk memahami keseluruhan aspek keilmuan Islam, yang digambarkan sebagai pokok pohon yang menjadi jati-diri mahasiswa universitas ini, yaitu: (1) Al-Qur’an dan as-Sunnah, (2) Sirah Nabawiyah, (3) Pemikiran Islam, dan (4) Wawasan Kemasyarakatan Islam.
Dahan dan ranting mewakili bidang-bidang keilmuan universitas ini yang senantiasa tumbuh dan berkembang, yaitu: (1) Tarbiyah, (2) Syariah, (3) Humaniora dan Budaya, (4) Psikologi, (5) Ekonomi, dan (6) Sains dan Teknologi. Bunga dan buah menggambarkan keluaran dan manfaat upaya pendidikan universitas ini, yaitu: keberimanan, kesalehan, dan keberilmuan.
Seperti keniscayaan bagi setiap pohon untuk memiliki akar dan pokok pohon yang kuat, maka merupakan kewajiban bagi setiap individu mahasiswa untuk menguasai landasan dan bidang keilmuan. Digambarkan sebagai dahan dan ranting, maka penguasaan bidang studi baik akademik maupun profesional, merupakan pilihan mandiri dari masing-masing mahasiswa.
Fakultas dan Program Pasca Sarjana
1. Fakultas Tarbiyah
Dalam perkembangannya, ketiga fakultas cabang tersebut digabung dan secara struktural berada di bawah naungan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sunan Ampel yang didirikan berdasarkan Surat Keputusan Menteri Agama No. 20 tahun 1965. Sejak saat itu, Fakultas Tarbiyah Malang merupakan fakultas cabang IAIN Sunan Ampel. Melalui Keputusan Presiden No. 11 Tahun 1997, pada pertengahan 1997 Fakultas Tarbiyah Malang IAIN Sunan Ampel beralih status menjadi Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Malang bersamaan dengan perubahan status kelembagaan semua fakultas cabang di lingkungan IAIN se-Indonesia yang berjumlah 33 buah. Dengan demikian, sejak saat itu pula STAIN Malang merupakan lembaga pendidikan tinggi Islam otonom yang lepas dari IAIN Sunan Ampel.
Sejarah Universitas
Universitas Islam Negeri (UIN) Malang berdiri berdasarkan Surat Keputusan Presiden No. 50 tanggal 21 Juni 2004. Bermula dari gagasan para tokoh Jawa Timur untuk mendirikan lembaga pendidikan tinggi Islam di bawah Departemen Agama, dibentuklah Panitia Pendirian IAIN Cabang Surabaya melalui Surat Keputusan Menteri Agama No. 17 Tahun 1961 yang bertugas untuk mendirikan Fakultas Syariah yang berkedudukan di Surabaya dan Fakultas Tarbiyah yang berkedudukan di Malang. Keduanya merupakan fakultas cabang IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dan diresmikan secara bersamaan oleh Menteri Agama pada 28 Oktober 1961. Pada 1 Oktober 1964 didirikan juga Fakultas Ushuluddin yang berkedudukan di Kediri melalui Surat Keputusan Menteri Agama No. 66/1964.
Dalam perkembangannya, ketiga fakultas cabang tersebut digabung dan secara struktural berada di bawah naungan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sunan Ampel yang didirikan berdasarkan Surat Keputusan Menteri Agama No. 20 tahun 1965. Sejak saat itu, Fakultas Tarbiyah Malang merupakan fakultas cabang IAIN Sunan Ampel. Melalui Keputusan Presiden No. 11 Tahun 1997, pada pertengahan 1997 Fakultas Tarbiyah Malang IAIN Sunan Ampel beralih status menjadi Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Malang bersamaan dengan perubahan status kelembagaan semua fakultas cabang di lingkungan IAIN se-Indonesia yang berjumlah 33 buah. Dengan demikian, sejak saat itu pula STAIN Malang merupakan lembaga pendidikan tinggi Islam otonom yang lepas dari IAIN Sunan Ampel.
Di dalam rencana strategis pengembangannya sebagaimana tertuang dalam Rencana Strategis Pengembangan STAIN Malang Sepuluh Tahun ke Depan (1998/1999-2008/2009), pada paruh kedua waktu periode pengembangannya STAIN Malang mencanangkan mengubah status kelembagaannya menjadi universitas. Melalui upaya yang sungguh-sungguh dan bertanggungjawab usulan menjadi universitas disetujui Presiden melalui Surat Keputusan Presiden RI No. 50, tanggal 21 Juni 2004 dan diresmikan oleh Menko Kesra ad Interim Prof. H.A. Malik Fadjar, M.Sc bersama Menteri Agama Prof. Dr. H. Said Agil Husin Munawwar, M.A. atas nama Presiden pada 8 Oktober 2004 dengan nama Universitas Islam Negeri (UIN) Malang dengan tugas utamanya adalah menyelenggarakan program pendidikan tinggi bidang ilmu agama Islam dan bidang ilmu umum. Dengan demikian, 21 Juni 2004 merupakan hari jadi Universitas ini.
Sempat bernama Universitas Islam Indonesia-Sudan (UIIS) sebagai implementasi kerjasama antara pemerintah Indonesia dan Sudan dan diresmikan oleh Wakil Presiden RI H. Hamzah Haz pada 21 Juli 2002 yang juga dihadiri oleh Wakil Presiden Republik Sudan serta para pejabat tinggi pemerintah Sudan, secara spesifik akademik, Universitas ini mengembangkan ilmu pengetahuan tidak saja bersumber dari metode-metode ilmiah melalui penalaran logis seperti observasi dan eksperimentasi, tetapi juga bersumber dari al-Qur’an dan Hadits yang selanjutnya disebut paradigma integrasi. Oleh karena itu, posisi al-Qur’an, Hadits menjadi sangat sentral dalam kerangka integrasi keilmuan tersebut.
Secara kelembagaan, sampai saat ini Universitas ini memiliki 6 (enam) fakultas dan Program Pascasarjana, yaitu: (1) Fakultas Tarbiyah, Jurusan Pendidikan Agama Islam (PAI), Jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS), dan Jurusan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI), (2) Fakultas Syariah, Jurusan Al-Ahwal al-Syakhshiyah, dan Hukum Bisnis Syariah (3) Fakultas Humaniora dan Budaya, Jurusan Bahasa dan Sastra Arab, Jurusan Bahasa dan Sastra Inggris, dan Jurusan Pendidikan Bahasa Arab (4) Fakultas Ekonomi, Jurusan Manajemen, (5) Fakultas Psikologi, dan (6) Fakultas Sains dan Teknologi, Jurusan Matematika, Biologi, Fisika, Kimia, Teknik Informatika, dan Teknik Arsitektur, dan Program Pascasarjana mengembangkan 4 (empat) program studi magister, yaitu: (1) Program Magister Manajemen Pendidikan Islam, (2) Program Magister Pendidikan Bahasa Arab, (3) Program Magister Studi Ilmu Agama Islam, dan (4) Program Magister Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI). Sedangkan untuk program doktor, Program Pascasarjana mengembangkan 2 (dua) program yaitu (1) Program Doktor Manajemen Pendidikan Islam dan (2) Program Doktor Pendidikan Bahasa Arab.
Ciri khusus lain Universitas ini sebagai implikasi dari model pengembangan keilmuannya adalah keharusan seluruh bagi anggota sivitas akademika menguasai bahasa Arab dan bahasa Inggris. Melalui bahasa Arab, diharapkan mereka mampu melakukan kajian Islam melalui sumber aslinya yaitu al-Qur’an dan Hadis dan melalui bahasa Inggris mereka diharapkan mampu mengkaji ilmu-ilmu umum dan modern, selain sebagai piranti komunikasi global. Karena itu pula, Universitas ini disebut bilingual university. Untuk mencapai maksud terse¬but, dikembangkan ma’had atau pesantren kampus di mana seluruh mahasiswa tahun pertama harus tinggal di ma’had. Karena itu, pendidikan di Universitas ini merupakan sintesis antara tradisi universitas dan ma’had atau pesantren.
Melalui model pendidikan semacam itu, diharapkan akan lahir lulusan yang berpredikat ulama yang intelek profesional dan atau intelek profesional yang ulama. Ciri utama sosok lulusan demikian adalah tidak saja menguasai disiplin ilmu masing-masing sesuai pilihannya, tetapi juga menguasai al-Qur’an dan Hadis sebagai sumber utama ajaran Islam.
Terletak di Jalan Gajayana 50, Dinoyo Malang dengan lahan seluas 14 hektar, Universitas ini memordernisasi diri secara fisik sejak September 2005 dengan membangun gedung rektorat, fakultas, kantor administrasi, perkuliahan, perpustakaan, laboratorium, kemahasiswaan, pelatihan, olah raga, bussiness center, poliklinik dan tentu masjid dan ma’had yang sudah lebih dulu ada, dengan pendanaan dari Islamic Development Bank (IDB) melalui Surat Persetujuan IDB No. 41/IND/1287 tanggal 17 Agustus 2004.
Dengan performansi fisik yang megah dan modern dan tekad, semangat serta komitmen yang kuat dari seluruh anggota sivitas akademika seraya memohon ridha dan petunjuk Allah swt, Universitas ini bercita-cita menjadi center of excellence dan center of Islamic civilization sekaligus mengimplementasikan ajaran Islam sebagai rahmat bagi semesta alam (al Islam rahmat li al-alamin).
Misi Universitas
- Mengantarkan mahasiswa memiliki kedalaman spiritual, keluhuran akhlak, keluasan ilmu, dan kematangan profesional.
- Memberikan pelayanan dan penghargaan kepada penggali ilmu pengetahuan, khususnya ilmu pengetahuan dan teknologi serta seni yang bernafaskan Islam.
- Mengembangkan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni melalui pengkajian dan penelitian ilmiah.
- Menjunjung tinggi, mengamalkan, dan memberikan keteladanan dalam kehidupan atas dasar nilai-nilai Islam dan budaya luhur bangsa Indonesia.
Visi Universitas
Visi Universitas adalah menjadi universitas Islam terkemuka dalam penyelenggaraan pendidikan dan pengajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kedalaman spiritual, keluhuran akhlak, keluasan ilmu, dan kematangan profesional, dan menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni yang bernafaskan Islam serta menjadi penggerak kemajuan masyarakatSistem Penjaminan Mutu
Siklus Penjaminan Mutu :
- Dokumen tentang Kebijakan Pendidikan, Standar Lulusan dan Pedoman Pendidikan Universitas dibuat dan ditetapkan untuk diimplementasikan
- Dokumen tentang Manual Mutu, Sasaran Mutu tiap jurusan/ program studi/ unit, Manual Prosedur tiap jurusan/ program studi/ unit, dan Instruksi Kerja tiap jurusan/ program studi/ unit dibuat dan disahkan untuk diimplementasikan.
- Pelaksanaan menggunakan pijakan terhadap dokumen-dokumen yang telah ditetapkan.
- Monitoring dilakukan untuk mencegah/ mendeteksi secara dini kesalahan yang mungkin terjadi dalam proses.
- Pengukuran dan evaluasi diri dilakukan oleh masing-masing jurusan/ program studi/ unit terhadap proses yang telah dilakukan. Pengukuran dan evaluasi diri dilakukan untuk memastikan bahwa sistem yang ada di jurusan/ program studi/ unit tersebut telah berjalan sesuai dengan desain.
- Audit Mutu Internal dilakukan oleh Lembaga Penjaminan Mutu untuk mengetahui berbagai; 1) kendala yang terjadi dalam pelaksanaan proses kegiatan di jurusan/ program studi/ unit, 2) Kelemahan sistem yang telah direncanakan, 3) Kesalahan-kesalahan yang dilakukan dalam proses pelaksanaan.
- Rapat Tinjauan Manajemen (RTM) dilakukan terhadap hasil temuan dari Audit Mutu Internal untuk dicarikan jalan pemecahannya. Dari hasil RTM tersebut akan diputuskan apakah dilakukan tindakan koreksi (jika terjadi kesalahan dalam pelaksanaan) atau perbaikan Sistem Manajemen Mutu (SMM) (jika kelemahan ditemukan pada sistem). Perbaikan Sistem Manajemen Mutu tersebut dilakukan dengan memperbaiki Kebijakan, Standar, Manual Mutu, Manual Prosedur, Instruksi Kerja atau sistem pelaksanaan.
- Demikian siklus berputar secara terus menerus dengan menekankan pengembangan secara terus menerus (continuous improvement) dengan menunjukkan praktek terbaik pada seluruh pelaksanaan proses.
- Dalam melaksanakan Penjaminan Mutu, Universitas membentuk Lembaga Penjaminan Mutu yang bertanggung jawab kepada Rektor dan Pembantu Rektor.
- Lembaga Penjaminan Mutu melaksanakan proses Sistem Penjaminan Mutu, mulai dari perencanaan sistem, pembuatan dokumen, implementasi dan pelaksanaan Audit Internal di lingkungan Universitas.
- Fakultas membentuk Komite Penjaminan Mutu Fakultas, Program Pascasarjana membentu Komite Penjaminan Mutu PPs, Pusat Studi Bahasa membentuk Komite Penjaminan Mutu Studi Bahasa, dan Ma’had membentuk Komite Penjaminan Mutu Ma’had yang bertanggung jawab kepada Dekan atau Direktur atau Ketua.
- Fakultas, PPs, Pusat Studi Bahasa dan Ma’had menindak lanjuti dengan menyusun rencana mutu dengan difasilitatori oleh Komite Penjaminan Mutu Fakultas.
- Komite Penjaminan Mutu Fakultas, Komite Penjaminan Mutu Studi Bahasa dan Komite Penjaminan Mutu Ma’had melakukan pemeriksaan terhadap ketercapaian Sasaran Mutu dan melaporkannya kepada Dekan dan Lembaga Penjaminan Mutu.
- Setiap 6 (enam) bulan sekali Lembaga Penjaminan Mutu akan melakukan kegiatan Audit Internal.
- Proses Audit Internal dilakukan terhadap skup Sistem Penjaminan Mutu Universitas yang terjadi di semua Program Studi/ Jurusan, PKPBA, PKPBI, dan Ma’had.
- Hasil Audit Internal akan diolah oleh bidang Sistem Informasi Jaminan Mutu untuk di laporkan kepada Ketua Lembaga Penjaminan Mutu. Ketua Lembaga Penjaminan Mutu akan memberikan laporan dan rekomendasi kepada Rektor. Mendasarkan pada temuan audit mutu internal, Ketua Lembaga Penjaminan Mutu juga dapat mengajukan Permintaan Tindakan Koreksi Kepada Rektor.
- Rektor melalui PR terkait akan memerintahkan kepada Dekan, Jurusan/ Program Studi, Ketua PKPBA, PKPBI, Ma’had untuk melakukan tindakan perbaikan. Tindakan perbaikan yang berkaitan dengan ketidak-cukupan infrastrukur dan sumber daya harus difasilitasi oleh fakultas, PPs, PKPBA, PKPBI dan Ma’had; sedangkan ketidak- cukupan yang berkaitan dengan kompetensi personal harus ditindak lanjuti oleh fakultas, di mana fakultas dapat bekerjasama dengan Lembaga Penjaminan Mutu.
- Bidang Training and Development juga dapat melakukan pelatihan pada dosen ataupun tenaga administratif atas persetujuan/ Permintaan Pembantu Rektor.
- Bidang Training and Development dan Komite Penjamin Mutu Fakultas, PPs, PKPBA, PKPBI dan Ma’had harus melakukan evaluasi/ pengukuran terhadap dampak dari tindakan perbaikan yang telah dilakukan.
- Hasil Audit, laporan pemeriksaan dari Komite Penjaminan Mutu Fakultas akan dibahas dalam Rapat Tinjauan Manajemen (RTM). RTM diselenggarakan bersama antara Fakultas, PPs, PKPBA, PKPBI, Ma’had dengan Lembaga Penjaminan Mutu dan Rektorat.
Struktur Keilmuan
Bangunan struktur keilmuan Universitas didasarkan pada universalitas ajaran Islam. Metafora yang digunakan adalah sebuah pohon yang kokoh, bercabang rindang, berdaun subur, dan berbuah lebat karena ditopang oleh akar yang kuat. Akar yang kuat tidak hanya berfungsi menyangga pokok pohon, tetapi juga menyerap kandungan tanah bagi pertumbuhan dan perkembangan pohon.Akar pohon menggambarkan landasan keilmuan universitas. Ini mencakup: (1) Bahasa Arab dan Inggris, (2) Filsafat, (3) Ilmu-ilmu Alam, (4) Ilmu-ilmu Sosial, dan (5) Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan. Penguasaan landasan keilmuan ini menjadi modal dasar bagi mahasiswa untuk memahami keseluruhan aspek keilmuan Islam, yang digambarkan sebagai pokok pohon yang menjadi jati-diri mahasiswa universitas ini, yaitu: (1) Al-Qur’an dan as-Sunnah, (2) Sirah Nabawiyah, (3) Pemikiran Islam, dan (4) Wawasan Kemasyarakatan Islam.
Dahan dan ranting mewakili bidang-bidang keilmuan universitas ini yang senantiasa tumbuh dan berkembang, yaitu: (1) Tarbiyah, (2) Syariah, (3) Humaniora dan Budaya, (4) Psikologi, (5) Ekonomi, dan (6) Sains dan Teknologi. Bunga dan buah menggambarkan keluaran dan manfaat upaya pendidikan universitas ini, yaitu: keberimanan, kesalehan, dan keberilmuan.
Seperti keniscayaan bagi setiap pohon untuk memiliki akar dan pokok pohon yang kuat, maka merupakan kewajiban bagi setiap individu mahasiswa untuk menguasai landasan dan bidang keilmuan. Digambarkan sebagai dahan dan ranting, maka penguasaan bidang studi baik akademik maupun profesional, merupakan pilihan mandiri dari masing-masing mahasiswa.
Fakultas dan Program Pasca Sarjana
1. Fakultas Tarbiyah
- Jurusan Pendidikan Agama Islam
- Jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial
- Jurusan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI)
- Program Akta Mengajar IV
- Jurusan al-Ahwal al-Syakhshiyah
- Jurusan Hukum Bisnis Syariah
- Jurusan Bahasa dan Sastra Arab
- Jurusan Bahasa dan Sastra Inggris
- Jurusan Pendidikan Bahasa Arab
- Jurusan Psikologi
- Jurusan Manajemen
- Jurusan Matematika
- Jurusan Biologi
- Jurusan Fisika
- Jurusan Kimia
- Jurusan Teknik Informatika
- Jurusan Teknik Arsitektur
- Program Magister Manajemen Pendidikan Islam
- Program Magister Pendidikan Bahasa Arab
- Program Magister Studi Ilmu Agama Islam
- Program Magister Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah
- Program Doktor Manajemen Pendidikan Islam
- Program Doktor Pendidikan Bahasa Arab
Tujuan Pendidikan
- Menyiapkan mahasiswa agar menjadi anggota masyarakat yang memiliki kemampuan akademik dan/atau profesional yang dapat menerapkan, mengembangkan, dan/atau menciptakan ilmu penge-tahuan dan teknologi serta seni dan budaya yang bernafaskan Islam.
- Mengembangkan dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan dan teknologi serta seni dan budaya yang bernafaskan Islam, dan mengupayakan penggunaannya untuk meningkatkan taraf kehidupan masyarakat dan memperkaya kebudayaan nasional.
Universitas Brawijaya (UB)
Universitas Brawijaya (disingkat UB) dulu dikenal dengan akronim Unibraw diresmikan sebagai Universitas Negeri pada tahun 1963. Saat ini UB merupakan salah satu universitas negeri yang terkemuka di Indonesia yang mempunyai jumlah mahasiswa lebih dari 30 ribu orang dari berbagai strata mulai Program Pendidikan Vokasi (Diploma), Program Sarjana, Program Magister dan Program Doktor selain Program Spesialis dan Program Pendidikan Profesi yang tersebar dalam 12 Fakultas dan 2 Program.
Kampus UB berada di kota Malang Jawa Timur, dengan lokasi yang mudah terjangkau oleh kendaraan umum. Kampusnya sangat asri karena banyaknya pepohonan dan ditunjang oleh hawa sejuk kota Malang. Sejarah membuktikan keberadaan Kota Malang sebagai kota pendidikan tempat UB tumbuh dan berkembang pesat. Ini tidak terjadi dengan sendirinya tapi seakan merupakan proses sejarah yang tidak terpisahkan dari kejayaan Jawa Timur di masa lampau.
Nama Universitas Brawijaya (disingkat UB) diresmikan sebagai Universitas Negeri pada tahun 1963. Saat ini UB merupakan salah satu universitas negeri yang terkemuka di Indonesia yang mempunyai jumlah mahasiswa lebih dari 30 ribu orang dari berbagai strata mulai program Diploma, Program Sarjana, Program Magister dan Program Doktor selain Program Spesialis tersebar dalam 10 Fakultas.
Kampus UB berada di kota Malang Jawa Timur, dengan lokasi yang mudah terjangkau oleh kendaraan umum. Kampusnya sangat asri karena banyaknya pepohonan dan ditunjang oleh hawa sejuk kota Malang. Sejarah membuktikan keberadaan Kota Malang sebagai kota pendidikan tempat UB tumbuh dan berkembang pesat. Ini tidak terjadi dengan sendirinya tapi seakan merupakan proses sejarah yang tidak terpisahkan dari kejayaan Jawa Timur di masa lampau.
Nama Universitas Brawijaya diberikan oleh Presiden Republik Indonesia melalui kawat nomor 258/K/61 tanggal 11 Juli 1961. Nama ini berasal dari gelar Raja-Raja Majapahit yang merupakan kerajaan besar di Indonesia pada abad 12 sampai 15. Universitas Brawijaya dinegerikan berdasarkan Surat Keputusan Presiden Nomor 196 tahun 1963 dan berlaku sejak 5 Januari 1963. Tanggal tersebut kemudian ditetapkan sebagai hari lahir (Dies Natalis) Universitas Brawijaya. Perjalanan Universitas Brawijaya sebelum dinegerikan diawali pada tahun 1957 di Malang berdiri cabang Universitas Sawerigading Makassar yang hanya terdiri dari dua fakultas yaitu Fakultas Hukum dan Fakultas Ekonomi. Kemudian pada tanggal 1 Juli 1960 diganti namanya menjadi Universitas Kotapraja Malang. Dibawah naungan Universitas tersebut beberapa bulan berikutnya terdapat tambahan dua fakultas yaitu Fakultas Administrasi Niaga (FAN) dan Fakultas Pertanian (FP). Universitas Kotapraja Malang inilah yang kemudian diganti namanya menjadi Universitas Brawijaya.
Pada saat dinegerikan, Universitas Brawijaya hanya mempunyai 5 fakultas yaitu Fakultas Hukum, Fakultas Ekonomi, Fakultas Ketatanegraan dan Ketataniagaan (FKK merupakan perluasan dari FAN dan saat ini namanya adalah Fakultas Ilmu Administrasi – FIA), Fakultas Pertanian dan Fakultas Kedokteran Hewan dan Peternakan (FKHP). FKHP kemudian dipecah menjadi dua fakultas pada tahun 1973, yaitu Fakultas Peternakan (FPt) yang berada di Universitas Brawijaya dan Fakultas Kedokteran Hewan yang berada dibawah naungan Universitas Airlangga. Fakultas Teknik (FT) berdiri tahun 1963 berdasarkan Surat Keputusan Menteri PTIP nomor 167 tahun 1963 tertanggal 23 Oktober 1963.
Berdasarkan SK Presiden Nomor 59 tahun 1982 tanggal 7 September 1982 tentang struktur organisasi Universitas Brawijaya, Fakultas Perikanan (FPi) menjadi fakultas tersendiri karena sejak tahun 1977 digabung menjadi satu dengan Fakultas Peternakan dengan nama Fakultas Peternakan dan Perikanan. Sebagai catatan bahwa Fakultas Perikanan telah berdiri sejak tahun 1963 di Probolinggo yang merupakan Jurusan dari FKHP Universitas Brawijaya. Fakultas Kedokteran (FK) secara resmi berada di bawah Universitas Brawijaya sejak tahun 1974 setelah sejak berdirinya tahun 1963 dibawah Yayasan Perguruan Tinggi Jawa Timur. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), diresmikan berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 0371/O/1993 tanggal 21 Oktober 1993. Universitas Brawijaya menambah satu lagi fakultas yaitu Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) yang merupakan peningkatan satus dari Jurusan Teknologi Pertanian yang sebelumnya berada di Fakultas Pertanian.
Lagu Hymne Brawijaya diciptakan oleh seorang mahasiswa FKHP Yanardhana pada tahun 1963, sedangkan Mars Universitas Brawijaya diciptakan oleh Lilik Sugiarto tahun 1996. Kedua lagu ini masih digunakan sampai sekarang.
Sumber:
Kampus UB berada di kota Malang Jawa Timur, dengan lokasi yang mudah terjangkau oleh kendaraan umum. Kampusnya sangat asri karena banyaknya pepohonan dan ditunjang oleh hawa sejuk kota Malang. Sejarah membuktikan keberadaan Kota Malang sebagai kota pendidikan tempat UB tumbuh dan berkembang pesat. Ini tidak terjadi dengan sendirinya tapi seakan merupakan proses sejarah yang tidak terpisahkan dari kejayaan Jawa Timur di masa lampau.
Sejarah Universitas Brawijaya
Nama Universitas Brawijaya (disingkat UB) diresmikan sebagai Universitas Negeri pada tahun 1963. Saat ini UB merupakan salah satu universitas negeri yang terkemuka di Indonesia yang mempunyai jumlah mahasiswa lebih dari 30 ribu orang dari berbagai strata mulai program Diploma, Program Sarjana, Program Magister dan Program Doktor selain Program Spesialis tersebar dalam 10 Fakultas.
Kampus UB berada di kota Malang Jawa Timur, dengan lokasi yang mudah terjangkau oleh kendaraan umum. Kampusnya sangat asri karena banyaknya pepohonan dan ditunjang oleh hawa sejuk kota Malang. Sejarah membuktikan keberadaan Kota Malang sebagai kota pendidikan tempat UB tumbuh dan berkembang pesat. Ini tidak terjadi dengan sendirinya tapi seakan merupakan proses sejarah yang tidak terpisahkan dari kejayaan Jawa Timur di masa lampau.
Nama Universitas Brawijaya diberikan oleh Presiden Republik Indonesia melalui kawat nomor 258/K/61 tanggal 11 Juli 1961. Nama ini berasal dari gelar Raja-Raja Majapahit yang merupakan kerajaan besar di Indonesia pada abad 12 sampai 15. Universitas Brawijaya dinegerikan berdasarkan Surat Keputusan Presiden Nomor 196 tahun 1963 dan berlaku sejak 5 Januari 1963. Tanggal tersebut kemudian ditetapkan sebagai hari lahir (Dies Natalis) Universitas Brawijaya. Perjalanan Universitas Brawijaya sebelum dinegerikan diawali pada tahun 1957 di Malang berdiri cabang Universitas Sawerigading Makassar yang hanya terdiri dari dua fakultas yaitu Fakultas Hukum dan Fakultas Ekonomi. Kemudian pada tanggal 1 Juli 1960 diganti namanya menjadi Universitas Kotapraja Malang. Dibawah naungan Universitas tersebut beberapa bulan berikutnya terdapat tambahan dua fakultas yaitu Fakultas Administrasi Niaga (FAN) dan Fakultas Pertanian (FP). Universitas Kotapraja Malang inilah yang kemudian diganti namanya menjadi Universitas Brawijaya.
Pada saat dinegerikan, Universitas Brawijaya hanya mempunyai 5 fakultas yaitu Fakultas Hukum, Fakultas Ekonomi, Fakultas Ketatanegraan dan Ketataniagaan (FKK merupakan perluasan dari FAN dan saat ini namanya adalah Fakultas Ilmu Administrasi – FIA), Fakultas Pertanian dan Fakultas Kedokteran Hewan dan Peternakan (FKHP). FKHP kemudian dipecah menjadi dua fakultas pada tahun 1973, yaitu Fakultas Peternakan (FPt) yang berada di Universitas Brawijaya dan Fakultas Kedokteran Hewan yang berada dibawah naungan Universitas Airlangga. Fakultas Teknik (FT) berdiri tahun 1963 berdasarkan Surat Keputusan Menteri PTIP nomor 167 tahun 1963 tertanggal 23 Oktober 1963.
Berdasarkan SK Presiden Nomor 59 tahun 1982 tanggal 7 September 1982 tentang struktur organisasi Universitas Brawijaya, Fakultas Perikanan (FPi) menjadi fakultas tersendiri karena sejak tahun 1977 digabung menjadi satu dengan Fakultas Peternakan dengan nama Fakultas Peternakan dan Perikanan. Sebagai catatan bahwa Fakultas Perikanan telah berdiri sejak tahun 1963 di Probolinggo yang merupakan Jurusan dari FKHP Universitas Brawijaya. Fakultas Kedokteran (FK) secara resmi berada di bawah Universitas Brawijaya sejak tahun 1974 setelah sejak berdirinya tahun 1963 dibawah Yayasan Perguruan Tinggi Jawa Timur. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), diresmikan berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 0371/O/1993 tanggal 21 Oktober 1993. Universitas Brawijaya menambah satu lagi fakultas yaitu Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) yang merupakan peningkatan satus dari Jurusan Teknologi Pertanian yang sebelumnya berada di Fakultas Pertanian.
Lagu Hymne Brawijaya diciptakan oleh seorang mahasiswa FKHP Yanardhana pada tahun 1963, sedangkan Mars Universitas Brawijaya diciptakan oleh Lilik Sugiarto tahun 1996. Kedua lagu ini masih digunakan sampai sekarang.
Kerjasama
Semenjak tahun 1994 hingga saat ini telah direalisasikan bentuk naskah kerjasama dalam kegiatan nyata sebanyak kurang lebih 135 kerjasama. Ini terdiri dari 98 buah kerjasama dalam negeri dan 37 buah kerjasama dengan pihak atau lembaga di luar negeri.Sumber:
Universitas Negeri Malang (UM)
Universitas Negeri Malang (diakronim UM) adalah perguruan tinggi negeri di Malang, Indonesia, yang berdiri pada 18 Oktober 1954. Merupakan perubahan dari IKIP Malang, yang merupakan IKIP tertua di Indonesia. Singkatan resmi dari namanya adalah “UM” yang merupakan akronim dari Universitas Negeri Malang.Rektor UM saat ini adalah Prof. Dr. H. Soeparno untuk masa jabatan 2005-2010.
UM berasal dari Perguruan Tinggi Pendidikan Guru (PTPG) yang diresmikan oleh Menteri Pendidikan, Pengajaran dan Kebudayaan, Prof. Mr. Muhammad Yamin pada tanggal 18 Oktober 1954 berdasarkan SK No. 38742/Kab tanggal 1 September 1954. Bersamaan itu pula ditugaskan Prof. Sutan Adam Bachtiar sebagai Rektor PTPG Malang yang pertama.
Pada awal berdirinya, PTPG Malang mempunyai 5 jurusan. Jurusan perintis ini meliputi jurusan:
1. Bahasa dan Sastra Indonesia
2. Bahasa dan Sastra Inggris
3. Sejarah dan Budaya
4. Ilmu Ekonomi
5. Pasti Alam
Perkuliahan diselenggarakan di gedung SMA Alun-alun Bunder. Setahun kemudian, tepatnya sejak tanggal 20 Juni 1955, PTPG memiliki gedung sendiri yang semula adalah “Hotel Splendid” di Jl. Tumapel 1, Malang.
Pada tanggal 10 Nopember 1954, didirikan suatu universitas baru di Jatim yaitu Universitas Airlangga (Unair) di Surabaya. Sebagai konsekuensinya, berdasarkan PP No. 71 Tahun 1958 PTPG secara formal berubah status dan namanya menjadi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Unair.
Pada tahun 1958, atas jasa bapak Sarjono mantan Walikota Malang, lembaga ini mendapatkan sebidang tanah, yang kemudian dibangun kompleks kampus yang berada di Jl. Semarang 5 (sekarang Jl. Surabaya 6).
Pada masa awalnya lembaga ini sangat memerlukan bantuan dari pihak luar untuk melengkapi sarana dan prasarananya. Sumbangan yang patut dicatat pada masa itu antara lain dari:
1. Ford Foundation yang berupa:
1. Beasiswa pengiriman dosen ke luar negeri
2. Beberapa fasilitas laboratorium
3. Buku perpustakaan
2. Pemerintah Jepang melalui Colombo Plan
3. Sie Twam Tjing (Samsi), pemilik pabrik rokok Bentoel Malang, yang memberikan bantuan kafetaria modern pada waktu itu
Pada tanggal 3 Januari 1963, keluar Keputusan Menteri Perguruan Tinggi dan Ilmu Pengetahuan No. 35 Tahun 1964 yang menetapkan bahwa IKIP Malang memiliki cabang-cabang sebagai berikut:
1. Di Surabaya (berasal dari cabang FKIP Universitas Airlangga)
2. Di Madiun (berasal dari Cabang FKIP Universitas Airlangga)
3. Di Singaraja (dari FKIP Universitas Udayana)
4. Di Kupang/Endeh (dari FKIP Universitas Nusa Cendana)
Pada hari Selasa, 20 Mei 1964 bertempat di gedung SKMAN Malang dilangsungkan upacara peresmian IKIP Malang yang berarti pula terlepas dari Unair.
Dari hasil reorganisasi, IKIP MALANG memiliki 4 fakultas yang meliputi:
1. Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP)
2. Fakultas Keguruan Sastra dan Seni (FKSS)
3. Fakultas keguruan Ilmu Sosial (FKIS)
4. Fakultas Keguruan Ilmu Eksakta (FKIE)
Sedangkan Fakultas Keguruan Tehnik (FKT) lahir setelah satu tahun reorganisasi. Selanjutnya nama dan istilah fakultas yang ada diadakan penyesuaian secara nasional pada tahun 1982. FIP tidak mengalami perubahan, FKSS menjadi Fakultas Pendidikan Bahasa dan Seni (FPBS), FKIS menjadi Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (FPIPS), FKIE menjadi Fakultas Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FPMIPA), dan FKT menjadi Fakultas Pendidikan Teknologi dan Kejuruan (FPTK).
Pada tanggal 23 Maret 1968 beberapa fakultas cabang IKIP MALANG diserahterimakan kepada induknya yang baru. Cabang Jember diserahkan kepada Universitas Jember. Cabang Singaraja kepada Universitas Udayana. Cabang Kupang dan Endeh kepada Universitas Nusa Cendana. Cabang Surabaya pada akhirnya berdiri sendiri menjadi IKIP Surabaya (sekarang Universitas Negeri Surabaya).
Dari segi akademis, PTPG memulai penyelenggaraan pendidikan dari jenjang “bakaloreat” (Sarjana Muda) dengan waktu studi 3 tahun. Kemudian pada tahun 1959 mulai dibuka jenjang lanjutan “Doktoral” atau Acarya (Sarjana) dengan masa studi 2 tahun. Setelah beberapa tahun melalui tahap konsolidasi, akhirnya pada tahun 1968 dibuka program “post sarjana” (program Doktor) dengan jurusan kependidikan sebagai jurusan pertama. Selanjutnya pada tahun 1982 program ini disempurnakan menjadi Fakultas Pascasarjana yang terdiri dari program Magister (S2) dan program Doktor (S3). Pada tahun 1990, nama Fakultas Pascasarjana diubah menjadi Program Pascasarjana (PPS).
Pada tahun 1992 program D2 PGSD diubah statusnya menjadi program studi baru di bawah naungan FIP, yaitu program Diploma 2 Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Pada tahun 1993 berdiri 2 program studi baru, yaitu:
1. Program Sarjana Pendidikan Bahasa Indonesia Sekolah Dasar di FPBS
2. Program Sarjana Pendidikan Matematika Sekolah Dasar di FPMIPA
Dan pada tahun 1994 berdiri 6 program studi baru, yaitu:
1. Diploma 1 Pendidikan Teknik Listrik
2. Diploma 1 Pendidikan Teknik Otomotif
3. Diploma 3 Pendidikan Keterampilan Kelistrikan
4. Diploma 3 Pendidikan Keterampilan Otomotif
5. Diploma 3 Pendidikan Keterampilan Pengerjaan Logam
6. Diploma 3 Pendidikan Keterampilan Bangunan di FPTK
Pada semester genap tahun 1994/1995, PPS membuka 2 program studi baru, yaitu:
1. Program Magister Pendidikan Matematika
2. Program Magister Pendidikan Kimia
Pada tahun 1998/1999 UM telah menerima mahasiswa baru untuk 14 program studi baru nonkependidikan, terdiri atas:
1. 7 program Sarjana, yaitu:
1. Matematika
2. Fisika
3. Kimia
4. Biologi
5. Bahasa dan Sastra Indonesia
6. Bahasa dan Sastra Inggris
7. Desain Komunikasi Visual (DKV)
2. 7 program Diploma 3 yaitu:
1. Bahasa Inggris untuk Dunia Usaha (English for Business)
2. Teknik Mesin
3. Teknik Sipil dan Bangunan
4. Teknik Elektronika
5. Teknik Elektro
6. Tata Boga
7. Tata Busana
Tahun 1999/ 2000 membuka 6 program studi baru, terdiri atas:
1. 4 program studi nonkependidikan, yaitu:
1. Ilmu Keolahragaan (S1)
2. Manajemen (S1)
3. Manajemen Pemasaran (D3)
4. Akuntansi (D3)
2. 2 program studi kependidikan, yaitu:
1. Pendidikan Bahasa Jerman (S1)
2. Pendidikan Seni Tari (S1)
Tahun 2000/2001 membuka 1 program studi baru nonkependidikan, yaitu Psikologi (S1); dan tahun 2004/2005 membuka program studi nonkependidikan Ilmu Sejarah.
Berdasarkan SK Presiden RI No. 93 Tahun 1999 menetapkan bahwa IKIP MALANG berubah menjadi Universitas Negeri Malang (UM) dan berdasarkan SK Dirjen Dikti No. 143/DIKTI/Kep/ 2000 UM mempunyai 5 fakultas, yaitu Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP), Fakultas Sastra (FS), Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), Fakultas Ekonomi (FE), dan Fakultas Teknik (FT), serta 1 Program Pascasarjana (PPS).
Selama kurun waktu hampir 50 tahun, UM telah beberapa kali mengalami estafet kepemimpinan. Para Rektor yang telah berjasa untuk memimpin UM mulai awal berdiri-nya sampai sekarang ialah:
1. Prof. H. S. Adam Bachtiar, 1954-1958
2. Prof. Kuntjoro Purbopranoto, S.H., 1958-1963
3. Prof. Dr. D. Dwidjo Seputro, M.Sc., 1963-1966
4. Prof. Dr. Eri Soedewo, 1966-1966
5. Prof. H. Darji Darmodihardjo, S.H., 1966-1970
6. Prof. Dr. H. Samsuri, 1970-1974
7. Prof. Drs. H. Rosjidan, M.A., 1974-1978
8. Prof. Drs. H. M. A. Icksan, 1978-1982 dan 1982-1986
9. H. Mas Hadi Soeparto, M.Sc., 1986-1990 dan 1990-Januari 1995
10. Prof. Dr. H. Nuril Huda, M.A., Januari 1995-1999 dan 1999-16 Juli 2001 (wafat dalam masa tugas)
11. Prof. Drs. H. M. Saleh Marzuki, M.Ed. (Pj. Rektor), 23 Juli 2001- 6 April 2002
12. Prof. Dr. H. Imam Syafi’ie, 6 April 2002-8 November 2006
13. Prof. Dr. H. Suparno, 9 November 2006-sekarang
Sumber:
UM berasal dari Perguruan Tinggi Pendidikan Guru (PTPG) yang diresmikan oleh Menteri Pendidikan, Pengajaran dan Kebudayaan, Prof. Mr. Muhammad Yamin pada tanggal 18 Oktober 1954 berdasarkan SK No. 38742/Kab tanggal 1 September 1954. Bersamaan itu pula ditugaskan Prof. Sutan Adam Bachtiar sebagai Rektor PTPG Malang yang pertama.
Pada awal berdirinya, PTPG Malang mempunyai 5 jurusan. Jurusan perintis ini meliputi jurusan:
1. Bahasa dan Sastra Indonesia
2. Bahasa dan Sastra Inggris
3. Sejarah dan Budaya
4. Ilmu Ekonomi
5. Pasti Alam
Perkuliahan diselenggarakan di gedung SMA Alun-alun Bunder. Setahun kemudian, tepatnya sejak tanggal 20 Juni 1955, PTPG memiliki gedung sendiri yang semula adalah “Hotel Splendid” di Jl. Tumapel 1, Malang.
Pada tanggal 10 Nopember 1954, didirikan suatu universitas baru di Jatim yaitu Universitas Airlangga (Unair) di Surabaya. Sebagai konsekuensinya, berdasarkan PP No. 71 Tahun 1958 PTPG secara formal berubah status dan namanya menjadi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Unair.
Pada tahun 1958, atas jasa bapak Sarjono mantan Walikota Malang, lembaga ini mendapatkan sebidang tanah, yang kemudian dibangun kompleks kampus yang berada di Jl. Semarang 5 (sekarang Jl. Surabaya 6).
Pada masa awalnya lembaga ini sangat memerlukan bantuan dari pihak luar untuk melengkapi sarana dan prasarananya. Sumbangan yang patut dicatat pada masa itu antara lain dari:
1. Ford Foundation yang berupa:
1. Beasiswa pengiriman dosen ke luar negeri
2. Beberapa fasilitas laboratorium
3. Buku perpustakaan
2. Pemerintah Jepang melalui Colombo Plan
3. Sie Twam Tjing (Samsi), pemilik pabrik rokok Bentoel Malang, yang memberikan bantuan kafetaria modern pada waktu itu
Pada tanggal 3 Januari 1963, keluar Keputusan Menteri Perguruan Tinggi dan Ilmu Pengetahuan No. 35 Tahun 1964 yang menetapkan bahwa IKIP Malang memiliki cabang-cabang sebagai berikut:
1. Di Surabaya (berasal dari cabang FKIP Universitas Airlangga)
2. Di Madiun (berasal dari Cabang FKIP Universitas Airlangga)
3. Di Singaraja (dari FKIP Universitas Udayana)
4. Di Kupang/Endeh (dari FKIP Universitas Nusa Cendana)
Pada hari Selasa, 20 Mei 1964 bertempat di gedung SKMAN Malang dilangsungkan upacara peresmian IKIP Malang yang berarti pula terlepas dari Unair.
Dari hasil reorganisasi, IKIP MALANG memiliki 4 fakultas yang meliputi:
1. Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP)
2. Fakultas Keguruan Sastra dan Seni (FKSS)
3. Fakultas keguruan Ilmu Sosial (FKIS)
4. Fakultas Keguruan Ilmu Eksakta (FKIE)
Sedangkan Fakultas Keguruan Tehnik (FKT) lahir setelah satu tahun reorganisasi. Selanjutnya nama dan istilah fakultas yang ada diadakan penyesuaian secara nasional pada tahun 1982. FIP tidak mengalami perubahan, FKSS menjadi Fakultas Pendidikan Bahasa dan Seni (FPBS), FKIS menjadi Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (FPIPS), FKIE menjadi Fakultas Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FPMIPA), dan FKT menjadi Fakultas Pendidikan Teknologi dan Kejuruan (FPTK).
Pada tanggal 23 Maret 1968 beberapa fakultas cabang IKIP MALANG diserahterimakan kepada induknya yang baru. Cabang Jember diserahkan kepada Universitas Jember. Cabang Singaraja kepada Universitas Udayana. Cabang Kupang dan Endeh kepada Universitas Nusa Cendana. Cabang Surabaya pada akhirnya berdiri sendiri menjadi IKIP Surabaya (sekarang Universitas Negeri Surabaya).
Dari segi akademis, PTPG memulai penyelenggaraan pendidikan dari jenjang “bakaloreat” (Sarjana Muda) dengan waktu studi 3 tahun. Kemudian pada tahun 1959 mulai dibuka jenjang lanjutan “Doktoral” atau Acarya (Sarjana) dengan masa studi 2 tahun. Setelah beberapa tahun melalui tahap konsolidasi, akhirnya pada tahun 1968 dibuka program “post sarjana” (program Doktor) dengan jurusan kependidikan sebagai jurusan pertama. Selanjutnya pada tahun 1982 program ini disempurnakan menjadi Fakultas Pascasarjana yang terdiri dari program Magister (S2) dan program Doktor (S3). Pada tahun 1990, nama Fakultas Pascasarjana diubah menjadi Program Pascasarjana (PPS).
Pada tahun 1992 program D2 PGSD diubah statusnya menjadi program studi baru di bawah naungan FIP, yaitu program Diploma 2 Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Pada tahun 1993 berdiri 2 program studi baru, yaitu:
1. Program Sarjana Pendidikan Bahasa Indonesia Sekolah Dasar di FPBS
2. Program Sarjana Pendidikan Matematika Sekolah Dasar di FPMIPA
Dan pada tahun 1994 berdiri 6 program studi baru, yaitu:
1. Diploma 1 Pendidikan Teknik Listrik
2. Diploma 1 Pendidikan Teknik Otomotif
3. Diploma 3 Pendidikan Keterampilan Kelistrikan
4. Diploma 3 Pendidikan Keterampilan Otomotif
5. Diploma 3 Pendidikan Keterampilan Pengerjaan Logam
6. Diploma 3 Pendidikan Keterampilan Bangunan di FPTK
Pada semester genap tahun 1994/1995, PPS membuka 2 program studi baru, yaitu:
1. Program Magister Pendidikan Matematika
2. Program Magister Pendidikan Kimia
Pada tahun 1998/1999 UM telah menerima mahasiswa baru untuk 14 program studi baru nonkependidikan, terdiri atas:
1. 7 program Sarjana, yaitu:
1. Matematika
2. Fisika
3. Kimia
4. Biologi
5. Bahasa dan Sastra Indonesia
6. Bahasa dan Sastra Inggris
7. Desain Komunikasi Visual (DKV)
2. 7 program Diploma 3 yaitu:
1. Bahasa Inggris untuk Dunia Usaha (English for Business)
2. Teknik Mesin
3. Teknik Sipil dan Bangunan
4. Teknik Elektronika
5. Teknik Elektro
6. Tata Boga
7. Tata Busana
Tahun 1999/ 2000 membuka 6 program studi baru, terdiri atas:
1. 4 program studi nonkependidikan, yaitu:
1. Ilmu Keolahragaan (S1)
2. Manajemen (S1)
3. Manajemen Pemasaran (D3)
4. Akuntansi (D3)
2. 2 program studi kependidikan, yaitu:
1. Pendidikan Bahasa Jerman (S1)
2. Pendidikan Seni Tari (S1)
Tahun 2000/2001 membuka 1 program studi baru nonkependidikan, yaitu Psikologi (S1); dan tahun 2004/2005 membuka program studi nonkependidikan Ilmu Sejarah.
Berdasarkan SK Presiden RI No. 93 Tahun 1999 menetapkan bahwa IKIP MALANG berubah menjadi Universitas Negeri Malang (UM) dan berdasarkan SK Dirjen Dikti No. 143/DIKTI/Kep/ 2000 UM mempunyai 5 fakultas, yaitu Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP), Fakultas Sastra (FS), Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), Fakultas Ekonomi (FE), dan Fakultas Teknik (FT), serta 1 Program Pascasarjana (PPS).
Selama kurun waktu hampir 50 tahun, UM telah beberapa kali mengalami estafet kepemimpinan. Para Rektor yang telah berjasa untuk memimpin UM mulai awal berdiri-nya sampai sekarang ialah:
1. Prof. H. S. Adam Bachtiar, 1954-1958
2. Prof. Kuntjoro Purbopranoto, S.H., 1958-1963
3. Prof. Dr. D. Dwidjo Seputro, M.Sc., 1963-1966
4. Prof. Dr. Eri Soedewo, 1966-1966
5. Prof. H. Darji Darmodihardjo, S.H., 1966-1970
6. Prof. Dr. H. Samsuri, 1970-1974
7. Prof. Drs. H. Rosjidan, M.A., 1974-1978
8. Prof. Drs. H. M. A. Icksan, 1978-1982 dan 1982-1986
9. H. Mas Hadi Soeparto, M.Sc., 1986-1990 dan 1990-Januari 1995
10. Prof. Dr. H. Nuril Huda, M.A., Januari 1995-1999 dan 1999-16 Juli 2001 (wafat dalam masa tugas)
11. Prof. Drs. H. M. Saleh Marzuki, M.Ed. (Pj. Rektor), 23 Juli 2001- 6 April 2002
12. Prof. Dr. H. Imam Syafi’ie, 6 April 2002-8 November 2006
13. Prof. Dr. H. Suparno, 9 November 2006-sekarang
Sumber:
Langganan:
Postingan (Atom)